Selasa, 16 November 2010

makalahnya nyokap (2)

Makalah Profesi Kependidikan II

MODEL – MODEL PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN



OLEH :
Sumiati Kalsum 20911205
Suratman Tiri 20911206
Susmiati 20911208
Sulianti 20911204

Kelas / Semester : E / III
Jurusan Administrasi Pendidikan
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Kendari
2010




KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyusun makalah yang sangat sederhana ini dengan tema “ Model – model Pengembangan Tenaga Kependidikan “
Adapun yang menjadi pembahasan berkaitan dengan tema di atas berkisar tentang model – model pengembangan tenaga profesi guru,secara khusus.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya sumbang saran ataupun kritikan yang sifatnya membangun demi penyempurnaan di masa datang.
Akhirnya kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak Andreas Selaku Dosen Pembina Mata Kuliah Profesi Kependidikan II, yang telah banyak meberikan petunjuk dan arahannya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik. Dan kami berharap semoga makalah ini dapat membawa manfaat bagi yang membacanya.


Kendari, 3 November 2010


Penyusun








DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I Pendahuluan 1
A. Latar belakang
B. Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
Bab II Pembahasan
Model – Model Pengembangan Guru
A. Pengembangan Professional Selama Pendidikan Prajabatan
B. Pengembangan Professional Selama Masa Jabatan
Bab III Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka









BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru “ dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam suatu manajemen pendidikan yang professional.
Ada dua metafora untuk menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya guru . Pertama, jabatan guru diumpamakan dengan sumber air . Sumber air itu harus terus – menerus bertambah , agar sungai itu dapat mengalirkan air terus – menerus. Bila tidak, maka sumber air itu akan kering. Demikianlah bila seorang guru tidak pernah membaca informasi yang baru, tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan, maka ia tidak mungkin memberi ilmu dan pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan kepada peserta didik.
Kedua, jabatan guru di umpamakan dengan sebatang pohon buah-buahan.Pohon itu tidak akan berbuah lebat, bila akar induk pohon tidak menyerap zat-zat makana yang berguna bagi pertumbuhan pohon itu.Begitu juga dengan jabatan guru yang perlu bertumbuh dan berkembang. Baik itu pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan profesi guru.Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan profesi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan berkualitas.Itulah sebabnya guru perlu belajar terus-menerus, membaca informasi terbaru dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar belajar menggairahkan dan menyenangkan baik guru apalagi bagi pesrta didik.
Peningkatan sumber daya guru perlu dilakukan agar guru menjadi tenaga pendidikan yang professional.Seorang professional mempunyai kebermaknaan ahli (expert) dengan pengetahuan yang di miliki dalam melayani pekerjaannya.Tanggung jawab (responsibility) atas keputusannya baik intelektual maupun sikap tenaga dan memiliki sikap kesejawatan menjunjung tinggi sikap profesi dalam suatu organisasi yang dinamis.Oleh karena itu, guru harus dapat mengembangkan profesinya dengan baik.
Pengembangan profesi keguruan bukan saja hanya memerlukan dukungan program pengembangan yang bersifat luwes yang dapat memberikan peluang setiap pengemban profesi guru itu menempuhnya secara luwes melalui prosedur yang bersifat multi entry dan/atau lintas jalur jenis kategori bidang keahlian, juga paket-paket programnya seyogiannya dikembangkan secara luwes pula sehingga memberikan peluang kemudahan procedural dan juga memberikan dorongan yang menggairahkan kepada guru untuk melakukan upaya pengembangan keprofesiannya secara berkelanjutan dengan cara yang bervariasi.


B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan masalah tentang”model-model pengembangan tenaga kependidikan seperti apa yang perlu diterapkan oleh guru sebagai tenaga kependidikan?”

C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mendeskripsikan secara tertulis kepada mahasiswa tentang model-model pengembangan tenaga kependidikan khususnya profesi guru.

D. Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari tema makalah ini agar kita dapat mengenal dan memahami model-model pengembangan tenaga kependidikan khususnya profesi guru dengan baik.

























BAB II
PEMBAHASAN
Model – Model Pengembangan Guru
Tanggung jawab mengembangkan profesi pada dasarnya ialah tuntutan dan panggilan untuk selalu mencintai , menghargai, menjaga dan meningkatkan tugas dan tanggung jawab profesinya.
Pengembangan profesi keguruan bukan saja hanya memerlukan dukungan program pengembangan yang bersifat luwes yang dapat memberikan peluang setiap pengembang profesi guru itu menempuhnya secara luwes melalui prosedur yang bersifat multi entry dan / atau lintas jalur jenis kategori bidang keahlian, juga paket – paket programnya seyogianya dikembangkan secara luwes pula sehingga memberikan peluang kemudahan procedural dan juga memberikan dorongan yang menggairahkan kepada guru untuk melakukan upaya pengembangan keprofesiannya secara berkelanjutan dengan cara yang bervariasi.
Banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk menyesuaikan dengan perubahan, baik itu secara perorangan, kelompok, atau dalam satu sistem yang diatur oleh lembaga. Mulyasa(2003:43) menyebutkan bahwa pengembangan guru dapat dilakukan dengan cara on the job training dan in service training. Sementara Castetter menyampaikan lima model pengembangan untuk guru seperti pada tabel berikut:
Tabel
Model Pengembangan Guru

Model Pengembangan Guru Keterangan
Individual Guided Staff Development
(Pengembangan Guru yang Di padu secara Individual)
Para guru dapat menilai kebutuhan belajar mereka dan mampu belajar aktif serta mengarahkan diri sendiri.Para guru harus dimotivasi, saat menyeleksi tujuan belajar berdasar penilaian personil dari kebutuhan mereka.
Observation/Assessmant
(Observasi atau Penilaian)


Observasi dan penilaian dari instruksi menyediakan guru dengan data yang dapat direfleksikan dan dianalisis untuk tujuan peningkatan belajar siswa.Refleksi oleh guru pada praktiknya dapat ditingkatkan oleh observasi lainnya.
Involvement in a Development/Improvement Process
(Keterlibatan dalam Suatu Proses Pengembangan/Peningkatan) Pembelajaran orang dewasa lebih efektif ketika mereka perlu untuk mengetahui atau perlu memecahkan suatu masalah.Guru perlu untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui keterlibatan pada proses peningkatan sekolah atau pengembangan kurikulum.
Training (Pelatihan) Ada teknik-teknik dan perilaku-perilaku yang pantas untuk ditiru guru dalam kelas.Guru –guru dapat merubah perilaku mereka dan belajar meniru perilaku dalam kelas mereka.
Inqury (Pemeriksaan) Pengembangan profesional adalah studi kerjasama oleh para guru sendiri untuk permasalahan dan isu yang timbul dari usaha untuk membuat praktik mereka konsisten dengan nilai-nilai pendidikan.

Dari kelima model pengembangan guru diatas, model “training” merupakan model pengembangan yang banyak dilakukan oleh lembaga pendidikan swasta. Pada lembaga pendidikan , cara yang populer untuk pengembangan kemampuan profesional guru adalah dengan melakukan penataran ( in service training ) baik dalam rangka penyegaran ( refreshing ) maupun peningkatan kemampuan ( up grading ). Cara lain baik dilakukan sendiri – sendiri ( informal ) atau bersama – sama , seperti : on the job training, workshop, seminar, diskusi panel, rapat – rapat, symposium, konferensi, dan sebagainya.
Candall mengemukakan model – model efektif pengembangan kemampuan professional guru , yaitu : model mentoring, model ilmu terapan atau model “ dari teori ke praktik “, dan model inquiry atau model reflektif . Model mentoring adalah model dimana berpengalaman merilis pengetahuannya atau melakukan aktivitas mentor pada guru yang kurang berpengalaman . Model ilmu terapan berupa perpaduan antara hasil - hasil riset yang relevan dengan kebutuhan – kebutuhan praktis . Model inquiry yaitu pendekatan yang berbasis pada guru – guru , para guru harus aktif menjadi peneliti , seperti membaca , bertukar pendapat , melakukan observasi , melakukan analisis kritis , dan merefleksikan pengalaman praktis mereka sekaligus meningkatkannya, sedangkan menurut Soetjipto dan Kosasi (2004 : 54 ), mengembangkan sikap professional ini dapat dilakukan selama dalam pendidikan prajabatan maupun setelah bertugas (dalam jabatan ) .


A. Pengembangan Profesional selama Pendidikan Prajabatan

Dalam pendidikan prajabatan , calon guru dididik dalam berbagai pengetahuan , sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya kelak. Karena tugasnya yang bersifat unik , guru selalu jadi panutan bagi siswanya , dan bahkan bagi masyarakat sekelilingnya . Oleh sebab itu , bagaimana guru bersikap terhadap pekerjaan dan jabatannya selalu menjadi perhatian siswa dan masyarakat .



B. Pengembangan Profesional selama dalam jabatan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depaartemen Pendidikan Nasional ( 2005 ) menyebbutkan beberapa alternative program Pengembangan Profesionalisme Guru , sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Guru
2. Program Penyetaraan dan Sertifikasi
3. Program Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi

Guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan saja belum cukup , diperlukan pelatihan guna meningkatkan profesionalismenya. Program pelatihan yang diusulkan adalah pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan guru, yaitu mengacu kepada tuntutan kompetensi. Selama ini pelaksanaan pelatihan bersifat parsial dan pengembangan materi seringkali tumpangtindih , menghabiskan banyak waktu , tenaga dan biaya dan kurang efisien. Tidak jarang dalam satu tahun seorang guru mengikuti tiga jenis pelatihan sehingga mengganggu kegiatan PBM, sebaliknya tidak sedikit guru yang pernah mengikuti pelatihan sekalipun dalam satu tahun. Oleh karenanya, pelatihan yang diusulkan adalah Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi ( PTBK ).
Kompetensi yang diharapkan oleh guru mencakup :
 Memiliki pemahaman landasan dan wawasan pendidikan , terutama yang terkait dengan bidang tugasnya.
 Menguasai materi pelajaran ,minimal sesuai dengan cakupan materi yang tercantum dalam profil kompetensi.
 Menguasai pengelolaan pembelajaran sesuai karakteristik materi pelajaran.
 Menguasai evaluasi hasil belajar dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
 Memiliki wawasan profesi serta kepribadian sebagai guru.

4. Program Supervisi Pendidikan
5. Program Pemberdayaan MGMP
6. Simposium Guru
7. Program Pelatihan Tradisional lainnya.
Pelatihan ini umumnya mengacu pada satu aspek khusus yang sifatnya actual dan penting untuk diketahui oleh para guru , misalnya : CTL , KTSP , Penelitian tindakan kelas , penulisan karya ilmiah dan sebagainya.
8. Membaca dan menulis jurnal atau karya ilmiah
9. Berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah
10. Melakukan Penelitian ( khususnya Penelitian Tindakan Kelas )

Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama dengan ahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktik pembelajaran secara terus – menerus , juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru . Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya , dan memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan.
11. Magang
Magang ini dilakukan bagi guru pemula. Bentuk pelatihan pre – service atau in – service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru professional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan guru bidang studi tertentu. Berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional , focus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervise guru yang senior dan berpengalaman ( guru yang lebih professional ).
12. Mengikuti berita actual dari media pemberitaan
Pemilihan yang hati – hati program radio dan televisi , dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengembangan mutakhir dari proses pendidikan . Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel – artikel maupun program – program yang berkaitan dengan berbagai penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para ahli pendidikan . Oleh karena itu , penggunaan media pemberitaan secara selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru.
13. Berpartisipasi dan aktif dalam organisasi profesi
Ikut serta menjadi anggota organisasi / komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru. Organisasi / komunitas profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat . Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga .
14. Menggalang Kerjasama dengan Teman Sejawat
Kerjasama dengan teman seprofesi sangat menguntungkan bagi pengembangan profesionalisme guru. Banyak hal dapat dipecahkan dan dilakukan berkat kerjasama, seperti : penelitian tindakan kelas, berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah, dan kegiatan – kegiatan profesional lainnya.
Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk kerja sama dalam berbagai kegiatan lain ( misalnya merencanakan , melaksanakan, dan mengevaluasi program – program sekolah ) dengan kepala sekolah, orangtua peserta didik ( komite sekolah ), guru dan staf lain yang professional dapat membantu guru dalam memutakhirkan pengetahuannya. Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikir an dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus mendapatkannya. Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi , maka guru semakin merasa akuntabel , dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. Disamping itu mengunjungi professional lainnya di luar sekolah merupakan metode yang sangat berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan professional guru.





















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian yang telah dikemukakanpada bab pembahasan , kami dapat menyimpulkan b ahwa :
1. Banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk menyesuaikan dengan perubahan , baik secara perorangan, kelompok , atau dalam satu system yang diatur oleh lembaga pendidikan .
2. Model – model pengembangan guru sengaja dirancang untuk menghadapi pembaharuan pendidikan.
3. Model – model pengembangan guru antara lain , meliputi : model mentoring, model ilmu terapan atau model “dari teori ke praktik” , dan model inquiry atau model praktik.

B. Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan sehubungan dengan tema makalah ini adalah:
Sebaiknya model – model pengembangan guru tersebut benar – benar dapat diaplikasikan dalam pendidikan, pelatihan dan pembinaan karir bagi guru – guru untuk meningkatkan profesionalismenya.












DAFTAR PUSTAKA

Makmun, A.S. 1996. Pengembangan Profesi dan Kinerja Tenaga Kependidikan. Pedoman dan Intisari Perkuliahan. PPS IKIP Bandung.
Supriadi,Dedi. 1999. Mengangkat Citra dan martabat Guru. Adicita Karya Nusa. Yogyakarta.

makalahnya nyokap......

Tugas final

PROPOSAL PENELITIAN
STRATEGI MANAJEMEN PENGENDALIAN MUTU PERPUSTAKAAN
DI SMA NEGERI 1 SOROPIA



OLEH:
NAMA :SUMIATI KALSUM
NIM :20911205
PROGRAM STUDI :ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS :KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS : MUHAMMADIYAH KENDARI
2010




HALAMAN PERSETUJUAN

Telah diperiksa secara teliti oleh pembimbing dan disetujui untuk mengikuti seminar proposal penelitian pada program studi Administrasi Pendidikan FKIP-UMK


Kendari, 5 Juli 2010

Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. Ir. Harapin Hafid , M.Si Drs. H. Nasriadi Dali, M.Si



Mengetahui
Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan

Drs. H. Muh. Natsir , M.Si



DAFTAR ISI
Halaman Judul
Halaman Persetujuan
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
Bab II Tinjauan Pustaka
A. Bukti – Bukti Bahwa Permasalahan Belum Terpecahkan Secara Memuaskan
B. Landasan Teori
C. Hasil – Hasil Penelitian Sebelumnya
D. Kerangkan Berpikir
Bab III Metode Penelitian
A. Waktu Dan Tempat Penelitian
B. Jenis Dan Sumber Data
C. Definisi Operasional
D. Variabel Dan Desain Penelitian
E. Populasi Dan Sampel
F. Metode Pengumpulan Data
G. Teknik Analisis Data
Bab IV Identifikasi Objek Penelitian
A. Lokasi Objek Penelitian
B. Sarana Objek Penelititan
C. Tenaga Pengelola
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah adalah suatu lembaga atau organisasi yang diberi wewenang untuk menyelengarakan kegiatan belajar – mengajar. Sekolah di pandang sebagai wadah pertemuan antara guru dengan murid, terjadinya proses transformasi nilai – nilai budaya, pengembangan pengetahuan dan keterampilan, yang diperoleh melalui proses pembelajaran di sekolah.
Sebagai suatu organisasi, sekolah memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan pencapaian tujuannya secara optimal sehinga keberadaan sekolah di tengah – tengah mayarakat benar – benar memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki standar mutu atau kualitas yang baik. Untuk menjadi sekolah yang baik dan bermutu, sebagai suatu organisasi atau lembaga pendidikan maka kepala sekolah sebagai pemimpin bersama – sama dengan seluruh personil personil bawahannya, baik guru- guru maupun staf tata usahanya, bekerja sama melakukan upaya – upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dikelola oleh organisasinya.
Kualitas suatu sekolah tidak hanya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya saja melainkan juga di tentukan oleh tersedianya fasilitas yang memadai berupa sarana dan prasarana sekolah serta lingkungan yang kondusif, dalam arti bahwa proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah itu harus berjalan aman, nyaman, dan terkendali.
Selain itu, pemanfaatan sarana – sarana penunjang sekolah seperti perpustakaan harus lebih dioptimalkan, mengingat perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan bagi guru dan siswa bila dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya, karena perpustakaan memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, kualitass dari perpustakaan itu sendiri perlu di tingkatkan sehingga benar – benar dapat berfungsi dengan baik serta dapat di manfaatkan sebaik – baiknya bagi guru dan siswa.
Untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sekolah staf pengelola perpustakaan melakukan upaya – upaya yaitu menyusun strategi manajemen peningkatan dan pengendalian mutu perpustakaan yang bertujuan agar setiap personil sekolah, baik staf, guru, dan siswa memiliki minat dan daya tarik untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sarana untuk memperoleh sumber ilmu pengetahuan. Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang memiliki sistem manajemen yang baik dan teratur. ( A. Ridwan Siregar, 2004: 72 )
Dengan kata lain, bahwa dalam mengelola sebuah perpustakaan diperlukan suatu strategi pengelolaan ( manajemen ) pengendalian mutu yang baik sebagai suatu sistem manajemen yang efektif bagi peningkatan mutu / kualitas perputakaan sehingga dapat memberikan kepuasan bagi setiap personil yang menggunakannya. ( Agus Maulana, 1989: 49 )

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah:
“ bagaimanakah strategi manajemen pengendalian mutu perpustakaan yang diterapkan di SMA Negeri 1 Soropia?”

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi mamajemen pengendalian mutu perpustakaan yang dilakukan oleh para staf pengelola perpustakaan di SMA Negeri 1 Soropia, selain itu untuk mendeskripsikan secara tulisan tentang strategi manajemen pengendalian mutu perpustakaan kepada mahasiswa sehingga nantinya diharapkan dapat mengerti dan memahami sistim manajemen yang diterapkan dalam mengelola sebuah perpustakaan.

D. Manfaat penelitian
Manfaat yang di peroleh dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan informasi bagi pihak – pihak yang membutuhkannya.
2. Sebagai bahan perbandingan bagi penelitian selanjutnya



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Bukti-Bukti Bahwa Permasalahan Belum Terpecahkan Secara Memuaskan
Untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini penulis melakukan kunjungan pustaka untuk mencari dan menemukan informasi yang berkaitan dengan topik permasalahan.
Adapun cara yang dilakukan untuk menemukan informasi yang dimaksud adalah dengan teknik baca tulis. Dimana penulis membaca buku – buku kepustakaan yang relevan dengan topik permasalahan, kemudian penulis mencatatnya. Dari kegiatan tersebut, penulis menemukan adanya bukti – bukti yang menunjukan bahwa permasalahan pada penelitian sebelumnya belum terpecahkan secara memuaskan.
Bukti – bukti tersebut antara lain :
1. Penjelasan tentang upaya peningkatan mutu perpustakaan tidak diuraikan secara rinci dan detail.
2. Pada penelititan sebelumnya, tidak ditemukan adanya uraian yang menjelaskan tentang strategi untuk mengelola perpustakaan.

B. Landasan Teori
Landasan ( dasar ) acuan penulis dalam penelitian ini adalah “ manajemen “ yang bersumber dari pendapat para ahli yang relevan dengan topik permasalahan.
1. Pengertian manajemen
Menurut Sondang Siagian ( dalam Subagio Atmodiwiriyo, 2000:5 ), manajemen adalah kemampuan atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain.
Menurut James A. F. Stonner ( dalam Subagio Atmodieiryo 2000:5 ), manajemen adalah proses perencanaan, pengeorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Manajemen lebih ditekankan kepada upaya untuk mempergunakan sumber daya seefisien dan seefektif mungkin, mengingat terbatasnya sumber daya yang dimiliki.

Dalam dunia pendidikan, manajemen diartikan sebagai aktifitas memadukan sumber – sumber pendidikan agar terpusat dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. ( DR. Made Pidarta, manajemen Pendidikan Indonesia, 2000:4).
Yang dimaksud dengan sumber daya adalah ketenagaan ,dana,sarana dan prasarana termasuk info.Dengan demikian maka kemampuan seorang manajer memadukan sumber daya tersebut merupakan hal yang sangat penting.Dalam definisi ini tentu saja meliputi proses perencanaan,pengorganisasian,penggerakan,dan pengendalian sebagai fungsi-fungsi manajemen. Bagaimana sumber daya direncanakan, diorganisasikan, diarahkan, dan dikendalikan dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Oleh karena itu manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebaagai proses perencanaan,pengorganisasian, memimpin,mengendalikan tenaga pendidikan,sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan,mencerdaskan kehidupan bangsa,mengembangkan manusia seutuhnya,yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada TYME, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan,kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta bertanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan, (Depdikbud, biro perencanaan, manajemen pembinaan pendidikan, 1992/1993:4).
Dalam manajemen selain penekanan, dipusatkan kepada pencapaian fungsi – fungsi manajemen, dan hasil yang dapat diukur. Tujuan harus diformulasikandengan suatu ukuran yang dapat dihitung sehinga jelas perbandingannya antara perencanaan dengan hasil yang dicapai atas dasar perencanaan. Dengan kata lain, manajemen membutuhkan suatu standar sebagi alat ukur keberhasilan.

2. Fungsi – fungsi manajemen
a. Perencanaan ( planing )
Perencanaan adalah proses penetapan, penetuan masa yang akan datang, apa yang bisa kita capai dan bagmana mencapainya. ( R. Wayne Mondy. Dkk, manajemen : 86).
Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan hal – hal yang akan di kerjakan pada waktu yang akan datang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu ( Prof. Dr. Yusuf Enoch, Dasar – dasar perencanan pendidikan, bina aksara : 1992 ).
Yang dimaksud dengan perencanan strategis adalah suatu proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi. Sifat – sifat perencanaan strategis meliputi :
 Menyangkut kurun waktu yang panjang / lama
 Menyangkut persoalan yang mendasar dalam organisasi
 Memberikan kerangkan dasar dalam pengambilan keputusan manajerial.
 Sebagai alat pemersatu dalam pengambilan keputusan
 Umumnya perencanaan strategis merupakan kegiatan manajer puncak.
Beberapa faktor yang mempengaruhi arti pentingnya perencanaan strategis, yaitu:
 Adanya peningkatan perkembangan dan perubahan teknologi.
Percepatan perubahan dan perkembangan teknologi mendorong setiap organisasi perusahaan mencari dan memanfaatkan kesempatan dan mengatasi tantangan yang ada . Apabila organisasi tidak aktif maka akan semakin mundur atau kalah dalam bersaing atau menghadapi tantangan/ ancaman dari lingkungan.
 Semakin rumit dan kompleksnya tugas manajerial.
Umumnya organisasi mengalami perkembangan sehingga akan meningkatkan beban tugas yang semakin kompleks bagi level operasional maupun manajerial. Khususnya bagi manajerial, dengan menyusun perencanaan strategis dapat aktif berpartisipasi pada masalah – masalah / tantangan dan kesempatan yang ada.
 Makin rumitnya lingkungan luar.
 Makin panjangnya jangka waktu antara keputusan yang dibuat dengan dampaknya dimasa depan.

b. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu usaha yang ditempuh, agar sekelompok manusia yang bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, dapat berjalan atau berhasil dengan baik sesuai tujuan semula.
Dalam praktek penyelenggaraan organisasi kita sering mengenal adanya organisasi formal dan organisasi informal. Organisai formal yaitu, merupakan suatu sistem kerja sama oleh dua orang atau lebih yang dilakukan dengan mengatur serta mengkoordinir guna mencapai tujuan tertentu.Sedangkan organisasi informal adalah gabungan hubungan antara individu tanpa adanya tujuan bersama secara tidak sadar, yang pada akhirnya dalam hubungan tersebut sebenarnya mempunyai tujuan bersama.
Apabila tiga ciri khusus di atas, yakni adanya sekelompok manusia – kerjasama serta adannya – tujuan bersama, kita terapkan dalam organisasi formal maupun informal, maka akan terlihat bahwa susunan, kedudukan tugas serta fungsi – fungsi didalam organisasi akan nampak jelas dalam organisasi formal. Dan sebaliknya apabila ini kita terapkan dalam organisasi informal akan kelihatan jurang bahkan tidak jelas sama sekali.
Menurut James D. Money, organisasi adalah bentuk dari perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Menurut DR. Kimball, organisasi adalah sebuah aktiva atau cara kerja ( mekanisme ) dari manajemen. Tujuan mengadakan pengontrakan dan personalianya serta menentukan fungsi masing – masing tata kerjanya.
Menurut Ermeat Dalk ( dalam Jati Juli Triarsa, 1988:42 ) organisasi adalah proses perencanaan dalam sebuah badan usaha. Sifat: menyusun, mengembangkan, dan pemeliharaan struktur atau pola pemeliharaan kerja.

c. Penggerakan ( Actuating )
Penggerakan pada hakekatnya adalah menggerakan orang – orang untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan secara efektif dan efisien.
Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdul Rahman, bahwa penggerakan merupakan kegiatan manajemen untuk membuat orang – orang lain suka dan dapat bekerja.
Pada dasarnya, menggerakan orang- orang itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Untuk dapat menggerakan dituntut bahwa manajemen haruslah mampu atau mempunyai seni untuk menggerakan orang lain. Kemampuan atau seni untuk menggerakkan orang lain itu disebut sebagai kepemimpinan ( leadership ).
Kepemimpinan sering pula diartikan sebagai kemampuan atau potensi untuk mempengaruhi orang – orang lain supaya mau dan dapat bekerja mengikuti kemauan manajemen.
Sasaran dari penggerakan adalah untuk mendapatkan ketaatan, disiplin, kepatuhan dan kesediaan untuk mengerjakan tugas – tugas yang dilimpahkan kepada seseorang dengan sebaik – baiknya, atau untuk membuat seseorang menjadi pengikut. Sedangkan tujuan dari penggerakan ialah agar manajemen dapat berhasil secara efektif dan efisien
Terminologi untuk penggerakan dalam bahasa asingnya , terdapat beberapa istilah antara lain :
 Directing; yakni menggerakkan orang – orang lain dengan memberikan berbagai pengarahan.
 Actuating; yakni menggerakan orang lain secara umum
 Leading; yakni menggerakan orang lain dengan cara menempatkan diri di muka orang- orang yang digerakkan, membawa mereka menuju suatu tujuan tertentu serta memberikan contoh – contoh.
 Commanding; yakni menggerakkan orang lain yang disertai adanya unsur paksaan.
 Motivating; yakni menggerakan orang lain dengan terlebih dahulu memberikan alasan – alasan mengapa hal tertentu harus dilaksanakan.

d. Pengawasan ( controlling )
Pengawasan adalah tindakan atau proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kesalahan, kegagalan, untuk kemudian dilakukan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan – kesalahan itu, begitu pula menjaga agar pelaksanaan tidak berbeda dengan rencana yang ditetapkan. Namun sebaliknya, sebaik apapun rencana yang telah ditetapkan, juga tetap memerlukan pengawasan. Oleh sebab itu, antara perencanaan dan pengawasan mempunyai hubungan yang erat.
H. Koontz dan O. Donnell, ( 1980 ) menyebutkan bahwa antara perencanaan dan pengawasan ibaratnya seperti kedua sisi mata uang yang sama ( planing and controlling a the two side of the same coin ).
Apabila pengawasan ini tidak dilakukan, kemungkina kesalahan – kesalahan akan terus berlangsung dan semakin membengkak. Sehingga tiba- tiba kesalahan tersebut sudah sangat berat dan sulit diatasi. Dengan demikian bukan hanya tujuan yang tidak tercapai, tetapi kemungkina dapt menimbulkan kerugian yang cukup besar. Oleh sebab itu, dikatakan bahwa pengawasan adalah keseluruhan dari kegiatan – kegiatan untuk menjamin semua pelaksanaan dapat berlangsung serta berhasil sesuai dengan apa yang direncanakan, diputuskan dan dikomandokan. Sehingga dalam bentuk organisasi apapun, pengawasan ini selalu dibutuhkan, karena pengawasan itu sendiri mempunyai sasaran untuk melakukan pencegahan atau perbaikan penyesuaian atau perbedaan – perbedaan kesalahan dan kelemahan dari suatu pelaksanaan tugas dan wewenang. Adapun tujuan dari pengawasan adalah untuk membuat segenap unsur manajemen menjadi dinamis serta berhasil secara efektif dan efisien.

3. Pentingya manajemen bagi peningkatan mutu perpustakaan
Setiap organisasi macam apapun memerlukan manajemen, baik dalam bidang sosial, kesehatan , ekonomi, budaya maupun pendidikan untuk menjalankan aktifitasnya demi kelancaran tugas sehari – harinya.
Perpustakaan merupakan salah satu sarana pelengkap dan penunjang bagi sekolah. Keberadaannya di sekolah memberi manfaat yang besar bagi sekolah, guru, staf dan siswa bahkan masyarakat.
Perpustakaan dapat dikatakan sebagai suatu organisasi didalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan, akan berhasil bila perpustakaan tersebut mampu menjalankan manajemennya dengan baik. Dalam hal ini, pengelola perpustakaan harus mampu membuat suatu perencanaan, mampu untuk mengorganisir, memberikan pengarahan – pengarahan kerja, mengkoordinir dalam usaha untuk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, serta mampu untuk melaksanakan pengawasan dalam pelaksanaan kerjanya. Tanpa adanya suatu perencanaan yang baik, kemungkinan besar pengelolaan perpustakaan akan mengalami suatu kegagalam atau hambatan. Akibatnya, upaya peningkatan dan pengendalian mutu perpustakaan tidak dapat berjalan dengan baik, mengingat semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi. Itulah sebabnya, sebuah perpustakaan, menuntut adanya kemampuan manajemen yang lebih baik, bagi setiap pengelola perpustakaan terutama kemampuan teknis, sebab tidak semua pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh orang – perorang atau sendiri – sendiri.

C. Hasil – Hasil Penelitian Sebelumnya
Dari hasil – hasil penelititan sebelumnya diketahui :
1. Perpustakaan merupakan salah satu sarana sekolah yang berfungsi untuk menyimpan buku – buku yang biasa di sebut sebagai gudangnya ilmu pengetahuan. Kegunaannya berkesan monofungsi dalam arti kualitas perpustakaan itu sendiri masih sangat rendah sehingga diperlukan adanya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitasnya yang dapat membangkitkan minat baca siswa di perpustakaan. ( Armin : 2001: 35 )
2. Hasil penelitian sebelumnya menjelaskan tentang fungsi perpustaakaan sebagai salah satu sarana di sekolah yang perlu dijaga dan dilestarikan tetapi tidak menjelaskan secara rinci strategi manajemen seperti apa yang tepat digunakan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan itu.













D. Kerangka Berpikir
Kerangka pikir dalam penelitian ini dapat digambarkan dalam bentuk bagan berikut ini:





















BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan waktu
Obyek penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri 1 Soropia,Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.Sedangkan pelaksanaan penelitian tersebut dilaksanakan setiap hari kerja.
B. Jenis Dan Sumber Data
1. Jenis data
Adapun jenis data yang dikumpulkan penulis dalam penyusunan karya tulis ini dapat digolongkan kedalam dua jenis,yaitu;
 Data primer,yaitu data-data yang diperoleh penulis dilokasi penelitian.
 Data ssekunder,yaitu data yang diperoleh penulis melalui tinjauan kepustakaan yang berkaitan dan berhubungan erat dengan topik permasalahan yang diangkat oleh penulis.

2. Sumber Data
Data-data penulis dalam penyusunan karya tulis ini bersumber dari hasil pengamatan penulis selama melaksanakan penelitian yang dikumpulkan melalui observasi atau pengamatan langsung dan wawancara serta melalui berbagai tinjauan kepustakaan yang mempunyai relevansi dengan permasalahan.
C. Definisi operasional
Adapun definisi operasional yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;
 Strategis
Strategis berarti cara,metode atau langkah-langkah yang dilakukan.Dalam pengertian manajemen strategis adalah rencana yaang menyeluruh,yang mempersatukan dan merangkai bersama/memadukan seluruh aspek /bagian perusahaan dalam mencapai tujuan komprehensif dengan menggunakan berbagai sumber daya manajemen.
 Manajemen
Secara umum,manajemen berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.Manajemen adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan,mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan sumber daya manusia,keuangan,fasilitas dan informasi guna mencapai sasaran dengan cara efektif dan efisien.
 Pengendalian
Pengendalian secara umum mengandung makna sebagai proses,cara atau perbuatan mengendalikan.Dalam pengertian manajemen,pengendalian berarti pengawasan atas kemajuan(tugas) dengan membandingkan hasil dan sasaran secara teratur serta menyesuaikan usaha(kegiatan) dengan hasil pengawasan.
 Mutu
Mutu berarti ukuran baik buruknya suatu hal(benda),kadar,taraf atau derajat, kualitas.
 Perpustakaan
Perpustakaan merupakan wadah atau sarana tempat menyimpan berbagai macam buku,baik yang berisi tentang berbagai ilmu pengetahuan ataupun pengetahuan yang bersiifat umum.Perpustakaan disebut juga sebagai sarana untuk memperoleh atau menambah ilmu pengetahuan.
Dari definisi diatas penulis dapat memberikan satu definisi secara keseluruhan sesuai dengan topik permasalahan,sebagai berikut:
Strategis manajemen pengendalian mutu perpustakaan adalah suatu cara atau langkah-langkah yang dilakukan dalam proses penggunaan sumber daya sarana perpustakaan secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk meningkatkan mutu,/kualitasnya sehingga setiap personil di sekolah dapat meningkatkan minat dan daya tariknya untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai wadah atau sarana untuk memperoleh,menambah ilmu pengetahuan.
D. Variabel Dan Desain Penelitian
Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu strategi manajemen dinyatakan sebagai variabel (X) dan pengendalian mutu perpustakaan dinyatakan sebagai variabel (Y).
Desain dari kedua variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:




Keterangan gambar:
X adalah strategis manajemen
Y adalah pengendalian mutu perpustakaan
Menyatakan hubungan dua variabel yang saling mempengaruhi.

E. Populasi Dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah tenaga-tenaga kependidikan yang terdiri dari guru dan staf administrasi,yang keseluruhannya berjumlah 58 orang.Staf administrasi yang berjumlah 11 orang dipilih menjadi obyek yang paling memungkinkan untuk dijadikan sumber data .Dari populasi tersebut ,diambil sampel sebanyak 3 orang staf administrasi.Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proposional random sampling.

F. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi,yaitu suatu cara pengumpulan data yang diperoleh dengan mengutip sumber catatan yang telah ada pada obyek penelitian,untuk mengetahui populasi dari obyek penelitian ini.




G. Teknik Analisis Data
Adapun cara atau teknik menganalisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penyusunan karya tulis ini ,penulis melakukannya dengan cara,yaitu;
1. Teknik Observasi
Dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung guna memperoleh gambaran tentang bidang pengamatan sesuai dengan topik permasalahan.
2. Teknik wawancara / tanya jawab.
Peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan dengan mengadakan wawancara langsung dan tanya jawab kepada nara sumber yang mengetahui / pakar dalam bidang yang menjadi pengamatan peneliti.
3. Teknik Library Riset (Riset Kepustakaan)
Peneliti mengumpulkan data – data penunjang yang diperoleh dengan mengadakan riset atau tinjauan kepustakaan dari berbagai sumber bacaan atau referensi yang berasal dari buku – buku ataupun yang diperoleh dari situs internet yang mempunyai relevansi dengan bidang permasalahan.














BAB IV
IDENTIFIKASI OBJEK PENELITIAN

A. Lokasi Objek Penelitian
Objek penelititan ini adalah perpustakaan SMA Negeri 1 Soropia sebagai sarana pelengkap / penunjang bagi SMA Negeri 1Soropia untuk meningkatkan standar / kualitas pendidikan yang diselenggarakannya.
Perpustakaan SMA Negeri 1 Soropia berada dalam lingkungan ( areal ) lahan sekolah, yang letaknya kurang lebih 25 kilometer dari pusat kota kendari. Namun, karena letak geografisnya yang berada di bagia timur tenggara kota kendari sehingga dalam pembagian wilayah SMA Negeri 1 Soropia termasuk dalam wilayah kabupaten konawe.

B. Sarana objek penelitian
Sarana objek penelitian ini terdiri dari satu buah gedung berukuran panjang 9 meter dan lebar 7 meter yang dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya berupa beberapa rak tempat buku – buku yan ditata dengan rapi dan teratur sesuai dengan kelompoknya masing – masing, meja dan kursi untuk staf pengelola serta meja dan kursi untuk tempat membaca bagi pengunjung perpustakaan, serta sarana penunjang lainnya.

C. Tenaga pengelola
Dari hasil pengamatan ( observasi ), wawancara dan tanya jawab diketahui bahwa pengelola perpustakaan SMA Ngeri 1 Soropia adalah tenaga – tenaga staf yang profesional dalam bidangnya yang terdiri dari 1 orang yang bertindak sebagai manajer perpustakaan, dibantu 2 orang staf bawahannya yang mengurus perpustakaan itu setiap harinya.
Manajer perpustakaan dan stafnya adalah orang – orang yang berkompeten untuk membuat strategi manajemen pengendalian mutu dalam upaya menjaga agar kualitas dan mutu perpustakaan yang dikelolanya menjadi lebih terkendali sehinga tujuan untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakan bagi setiap personil sekolah itu dapat di capai secara maksimal, efektif dan efisien.



DAFTAR PUSTAKA

Atmodiwiryo, Subagyio. 2000. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta : Ardodizya Jaya
Julitriarsa, jati dan Jhon Suprihanto. 1988. Manajemen Umum Sebuah Pengantar, edisi pertama. Yogyakarta: BPFE
Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi kedua . 1995. Jakarta : balai pustaka
Kotler, Phillip, 1989n. Jakarta : Erlangga. Analisis, Perencanaan, Implementasi Dan Pengendalian. Jakarta : bina raya
Maulana, agus . 1989. Sistem pengendalian manajemen.jakarta : Bina rupa
www.scribd.com/search:+perencanaan/login/suicide145/

Senin, 16 Agustus 2010

cheat : mortal kombat shaolink monk

• Mortal Kombat 2 arcade game
At the main menu, hold L2 and press Square, Up, Down, Right, Left, R2, Square to unlock the classic Mortal Kombat 2 arcade game in the Kontent menu. If you entered the code correctly, you will hear a sound. Alternately, successfully complete all five Smoke missions. Note: This feature is not available in the European version of the game.
• Play as Scorpion
At the main menu, hold L2 then press Square, Up, L1, R1, Left, Right, Square to unlock Scorpion in Single Player, Co-Op, and Versus modes. If you entered the code correctly, you will hear a sound. Alternately, successfully complete the game with Liu Kang to unlock Scorpion in Single Player and Co-Op mode. To unlock Scorpion in Versus mode, in the Foundry area, follow the pathway downstairs to the left of the save point. Two archers will break through the wall. Throw one at the wall to the left of the doorway to break it open, giving you access to a hidden room full of lava and a Ying Yang on a ledge. Grab one of the archers and throw him into the lava. Then, double jump off his back to get the Ying Yang that unlocks Scorpion in Versus mode.
• Play as Sub-Zero
At the main menu, hold L2 then press Square, Down, Up, L1(2), Up, Square to unlock Sub-Zero in Single Player, Co-Op, and Versus modes. If you entered the code correctly, you will hear a sound. Alternately, successfully complete the game with Kung Lao to unlock Sub-Zero in Single Player and Co-Op mode. To unlock Sub-Zero in Versus mode, take the boat ride across blood lake. You can find Sub-Zero's Versus mode icon in back of the lion-like statue to your left (when facing the big door). Run along the wall and double jump at the end to collect it.
• Play as Baraka
In the Soul Tomb Portal, go to the area where you must wall climb. You will see a path that leads to the left and one that leads to the right; take the path to the right. There will be a statue on the path; use the Fist of Ruin to break it. Continue along the path and use the long jump ability to cross the gap and get the Koin to unlock Baraka in Versus mode.
• Play as Johnny Cage
Get to the area in the Wu-Shi Academy where everything is burning. Go to the extreme right of the gate, then jump onto the roof of the house. Run to the right and jump to reach a new platform with a boulder blocking your way. Collect the Koin to unlock Johnny Cage in Versus mode.
• Play as Kitana
In the Mortal Kombat 2 arena level (just before the portal with the two statues in front of it) in the Evil Monastery, you will find a number of pillars. Jump on the half broken pillar, then double jump on the roof. Collect the Koin to unlock Kitana in Versus mode.
• Play as Noob Saibot
Have a match in Versus mode with Sub-Zero vs. Sub-Zero. Player one will be Sub-Zero, and player two will be Sub-Zero's brother, Noob Saibot.
• Play as Reptile
Go to the section after the Brotherhood Of Shadow in Living Forest. Long Jump across the gap with the small waterfall, then go through the door. Get the clay statues to come to life, then destroy their shield. Get one of them near the giant stone column on the other side of the stream, near where you entered. Throw the clay statue into it and it will fall. Return to where the little waterfall was located and get the Koin to unlock Reptile in Versus mode.
• Easy health
If you use a save point, your health will be fully restored, even if you do not save.
• Easy experience
It is possible to get all the experience needed to get all the moves at the beginning of the game. After you fight your way through the start and cross the first pit, you will be in a room with a lamp hanging from the ceiling. In the next room, you will first see a quick intermission sequence of the Oni killing one of their own. Afterwards, you must fight them. Raiden will tell you to throw one of the enemies through the wall to progress. Do not break the wall. Instead, keep killing the Onis, which will keep appearing. Try to get a high combo score to get more points. If your combos are high and you perform a fatality, you will get a little bonus experience. To speed up the process, pay attention to the top left where your combo count is displayed. If at anytime you see "Toasty", instead of "Impressive", "Outstanding", etc., press Start to get an extra 1,000 experience points. Keep repeating this to master all your moves very fast.
About half way through the Wu Shi Academy, you will have to get a weapon to cut the ropes to three cauldrons. Johnny Cage will be fighting with you and three Tarkatans will appear. The Tarkatans will keep respawning until the ropes to the three cauldrons are cut. Keep killing the Tarkatans to get an unlimited amount of experience. You can also keep killing the Tarkatans with either of the two weapons that you can pick up, and once the weapon disappears, it will respawn again at the same location.
When you reach a multiple of 10 in your combo meter, the announcer will say comments like "Outstanding!", "Superb!", etc.; however, the word "Toasty!" will be spoken at random times. When "Toasty!" is spoken, press Down + Start to get an extra 1,000 experience points. If done correctly, the screen will flash and "TOASTY! 1000 Pts." will be displayed.
• Easy Test Your Might
Instead of only tapping X, tap X + Square to make the Test Your Might segments much easier.
• Fight against Ermac
In the Warriors arena during one of the Smoke missions, interact with the mysterious warrior on the left three times. You will then fight Ermac. Note: You can do this at any time.
• Fight against Kano
Just before you fight Shao Khan towards the end of the game, Kitana is in the right cell walking back and forth. Talk to her about four times until guards appear. Fight and defeat them, then go in the entrance that the guards came out of. You will find Jax and fight Kano.
• Fight against Mileena
Note: You must first have the Swing ability. Go to the Living Forest area. At the first save point, there should be tree branches. Swing around this area somewhere until you get to a tree. Climb up it with the Wall Climb. After long bridges with lots of challenges, you will finally find Mileena and fight her.
• Defeating Baraka
Baraka has four strategies while fighting. The first is just a basic one-on-one fight. Use your best combos and juggles, but do not keep him in the air too long or he will strike you with his blades and knock you back. After fighting awhile, and when you damage him enough, a short intermission sequence will start, showing Baraka freeing some monks and lighting them on fire. He will then throw two monks at you that run around on fire. Do not get too close to them and pick them off. This will give you a small amount of health. Keep battling Baraka as before. Eventually, another intermission sequence will begin. After it ends, you must fight a projectile battle with Baraka. Use your hat as Kung Lao, your fireballs as Liu Kang, and keep moving and evading. This round will not too long. Once you have damaged him enough, you will see the last intermission sequence. Baraka will go berserk and gives you access to two weapons, which you will need to use against him. Pick up the weapon closest to you and start hacking away at Baraka. Note: You cannot block while holding your weapon. When he is sufficiently damaged, a Test Your Might will occur, and you must win to stun Baraka. While he is stunned, impale him on your sword. Next, pick up the other sword, damage him, and repeat the above steps. After you impale him the second time you can use your fatality and finish him.
• Defeating the Orochi Hellbeast
This trick requires a full level 3 fatality meter. As soon as the battle begins, approach one of the Tarkatans (or Demon Generals if you are fighting the one in the Foundry). Hit them with the Fatality Stunner and perform a Brutality. While in Brutality mode, keep attacking the Hellbeast with quick attacks to deal lots of damage to it. It will be dead within a few seconds.
• Santa Claus and other flying objects in The Pit
At Goro's layer, just before you see Reptile, stand by the lion and look at the moon. Wait a short time to see Santa Claus and his reindeer, a witch, and a rocket ship. There is about a one minute delay between each of them.
• Terminator 2: Judgment Day reference in Netherrealm
As soon as you defeat Inferno Scorpion, he will be pulled down by Hell's Skeletons. As soon as he get burned to his head, he will put his thumb up. In Terminator 2 the T-101 wants John and Sarah Conner to burn him in lava, then puts his thumb up as soon as his head is under lava. Midway also produced the arcade game Terminator 2: Judgment Day.
• Wrong dialogue
At the beginning of the game when Johnny Cage says "Liu, this way", if you are someone else besides Liu Kang he will still say it.
• Liu Kang's mouth remains open
After Liu Kang uses his fireball to finish his opponent in Versus mode, his mouth remains open throughout his winning pose and speech.
• Living Tree hints in Living Forest
You must find the three hints before you can enter the door with a Snake Head. To find them, grab and throw an enemy into the mouth of the Living Tree (big tree with a face). There are three Living Trees in the Living Forest. The first is before the statue that you can save on. The second is beside the door on the map where you can find Reptile's Yingyang. The third is on the right side of the door with the Snake Head.
• Finding Smoke in Living Forest
Go to the second door guarded by the living clay statues, the one after the thin river and next to the grappling living tree. Destroy the soldiers' shield first and throw them into the sealed tomb door. Go through the opening and follow the path to find Smoke, who will issue five missions for you to complete. Once you have completed a mission, return to Smoke and he will issue the next one.
• Smoke mini-missions
Destroy a statue in Wu-Shi Academy and enter the Warrior Shrine. The Warrior Shrine is at the very start of the Wu-Shi area.
Break the walls in the Soul Tombs to reveal a secret fatality. This is an area with spikes on the ceiling and about six Tarkata in the room. You can see out on the far side of the room and you need to break the four center sections of the wall.
Offer thee Sacrifices in the Sacrifice Room in Soul Tombs. You must go through the room that does not have a green or red symbol above it. Then, do air throws to get the Tarkatas into the spiked areas.
Find all Purple Portals and throw an enemy into each one to unlock the portal. There are only two portals to throw mobs into (one near the Evil Monastery and the other at the lower level near the climbing spot).
To unlock the Pit II, enter the portal and survive in the frozen peaks. After you enter the portal, keep killing the enemies that appear until you are told that you have won.
• Secret items
Goro's Lair
Concept Art: In room 1, throw an enemy into the skeleton on the wall.
Movie: In room 2, you must have Double Jump, or wall run to reach it.
Concept Art: In room 3, shoot at the moon and it will appear in the middle of the bridge.
Concept Art: In room 4, uppercut an enemy into the chandelier. It will fall and unlock it.
Fatality Input Image: In room 5, you need Double Jump to get it.
Concept art: In room 6, drop down on the left side of the broken bridge.
Concept Art: Drop down on the left side, toward you, when on the end of the bridge at the top.
Wu-Shi Academy
Concept Art: In area 1, throw someone in the third catapult. He will hit the wall and unlock it.
Warrior Shrine Vs. mode: In area 1, hit someone into the fourth catapult. It will break a barrier that is blocking you from the Ying Yang.
Arena Art: In area 2, you need the Swing move. Wwing on the branch and get across.
Johnny Cage in Vesus mode: In area 3, jump on the building left of the first Test Your Might, and jump into the opening above the first Test Your Might.
Fatality Input Image: In area 4, go to the place where you cut the ropes to the pots and climb up the left wall. You may need to Wall Run, then Double Jump to get on top.
Concept Art: In area 5, you need the Swing move. You can then jump across a couple poles and get to it.
Concept Art: In the Warrior Shrine, Defeat Ermac to get it.
Evil Monastery
Concept Art: In room 1, the first window at the top where the enemies crash through will have a Dragon Koin. Shoot it and the Ying Yang will appear next to you.
Concept Art: In room 3, throw two enemies on each of the statues claws.
Kitana in Vesus mode: In room 4, jump on the broken column on the left (just past Shadow Priest), then jump left onto the roof.
Concept Art: In the Boss area, go back after you defeat the Boss and ut should be there.
Living Forest
Concept Art: In area 1, you must swing on branches to find a secret area above the save statue. Enter the hidden level above the save (you must swing and climb) and you will see a Dragon Koin; shoot it.
Fatality Input Image: In area 1, go to the end of the hidden level and defeat Mileena.
Reptile in Vesus mode: In area 2, go into area 3. Make the clay soldiers come to life and throw them into the column that is half broken on the right side of the creek. It is right at the fork of the creek, near where you entered.
Concept Art: In area 2, throw a clay solider into the door of the building in the southwest corner.
Fatality Input Image: In area 3, go right behind the top of the tree. There is a space on the left side to get behind the tree, but you need Double Jump.
Concept Art: In area 4, go on the left side of the giant snake head and Wall Run up the wall and jump over.
Concept Art: In area 5, go back into this room after completing the level and step inside the circle. Statues will fly at you as before. Crush them all and get it. This is easier to do in Ko-Op mode, but is possible in single player.
Fatality Input Image: In area 6, going down the hall to Reptiles house there is an eye at the top of the tunnel that will be half closed. Shoot it and get the icon.
Soul Tomb
Arena Art: Before the building, look left in the circle and you will see a Dragon Koin; shoot it.
Arena Art: In the main room, above the door that leads to Baraka is an icon. You will probably need Wall Run to get it.
Kombat Tomb in Vesus mode: In red room 1, throw an enemy in each spiked device.
Baraka in Vesus mode: In the red room middle door, climb up the skulls and move to the right. Break the statue then continue that way and jump over near the second floor door.
Movie: In the red room middle door, there should be another Ying Yang on the floor where the statue broke.
Movie: In the Test Your Might spiked maze, Wall Run up the side and kick the skull to make it go in on the exit door. A priest will appear in the middle circle. Kill him and get it.
Fatality Input Image: In red room middle 2, go in the left bottom corner and jump up there. You cannot see it, but it is there.
Fatality Input Image: In red room middle 3, break the wall and shoot the Dragon Koin.
Concept Art: In red room left 1, kill the Bloody skeleton in the background.
Concept Art: In the Hellbeast room, go back into the room after you defeat him. Stand on the button on the right side of the room for about five to ten seconds.
Fatality button combination: In green door room 1: there are no secret yin yangs. However, complete the first Smoke mission by throwing four Tarkatans into the four breakable walls to reveal a fatality button combination.
Arena Art: In green door room 2, there is a chain on the right that has hooks on it. Throw someone on it.
Concept Art: In green door room 2 right 1, in the center where the circle platform is located, uppercut a Baraka into the flying dinosaur.
Kombat Crag in Vesus mode: In green door room 2 right 3, there is a statue on the left. Break it and follow the path.
Fatality Input Image: In green door room 2 right 3, there where you collected the Ying Yang above, wall run and jump on top of the cell to collect another.
Fatality Input Image: In green door room 2 top, jump in the middle where you fight Barakas, and long jump to the right.
Arena Art: In green door room 2 left 1, go back into the soul tomb after you complete it.
Wasteland/NetherRealm
Fatality Input Image: In Wasteland main, there is a Ying Yang above the save. Climb up to the second floor and move over that way.
Concept Art: In Wasteland main, throw or uppercut an enemy into the pole in the middle of the ditch.
Concept Art: In Wasteland second story cave, Go back after you complete this area and kill the Oni Overlord.
Fatality Input Image: In Wasteland third story cave, Go to the right of where you save Kabal.
Sub-Zero in Vesus mode: In Wasteland main level cave, : After the Sub-Zero boat ride, go to the back of the left lion.
Concept Art: In room 1, go above and to the right of the spiked wheel.
Arena Art: In room 2, go all the way to the right bottom corner. There will be a Dragon Koin; shoot it.
Concept Art: In room 3, go back after you defeat Goro and it will be there.
Arena Art: At the DeadPool, throw three enemies in the pool. It will appear at the top of the left rectangle.
Arena Art: In the NetherRealm, above the 2nd archway.
Foundry
Arena Art: Before you go in the portal, do a fatality while in the middle of the dragon on the floor.
Concept art: In the main room, go up the stairs then double jump up there. Continue to jump back and forth off the wall to snatch it.
Fatality Input Image: In the main room, go up the stairs on the left then keep going straight. You will be directly under it. Wall Run up the wall and jump onto that little balcony.
Scorpion in Vesus mode: Go down the main hallway toward you and some enemies will burst out. Throw one to the left side and a wall will break. In there, throw an enemy into the lava, jump on him, and go up to the ledge.
Arena Art: In room 1, but you cannot do this until you get the weapon that this level makes. After you get it, climb up the left ladder and double jump into the hole where the pot comes out (above the door you came in). You should be able to stand up there. Use the weapon and break the pot to get it.
Concept Art: In room 2, to the left of the fire.
Movie: In room 3, climb up to the second story. When in the middle above the pot, use a strong move to break the wall, then shoot the Dragon Koin.
Concept Art: In room 4, throw an enemy into the smashing hammers just as they smash together.
Concept Art: In room 5, use the weapon and cut the pipes under the monster's head.
Ko-Op mode
Goro's Lair in Vesus mode: In Goro's Lair, go to room 5 and stand on the co-op buttons. It will lead you to a room. You must throw an enemy into each bell, then you can cross and get the Ying Yang.
Wu-Shi Arena in Vesus mode: It is in the same area where Wu-Shi Academy 2 is found. Just go to the right and you should see it.
Wastelands in Vesus mode: In the Portal, go to the upper level. To the left there will be co-op buttons. Stand on those and a ledge will pull out. You can now jump on the high platform.
The Tower in Vesus mode: In the Evil Monastery, go to Room 2 and you will see co-op buttons on the side. It opens a room you can enter. Then, go left and you will see a cell with a Ying Yang in it, to right of the man sitting in the chair. Break the Fist Of Ruin statue and the cell will open.
Deadpool in Vesus mode: In the Living Forest, go to area 5 and you will see co-op buttons on the north side of the circled room. Stand on those and it will open a room. You will see a Ying Yang after entering the room.
Living Forest in Vesus mode: In the same room as Living Forest 1, go near the golden ball and drop down to the right of it. You should get the second Ying Yang.
Unknown: In WuShi Academy, stand on the co-op buttons where Johnny Cage is located. Directly across is a building with weapons and a health upgrade. Johnny Cage will tell you to get the weapons to cut the ropes of the pots. It is there. The house north of the buttons will open. Go in and there is a Ying Yang behind the tree. You need Double Jump to get it.
• Moves
Baraka
Blade Lift Fatality: Press Down, Left, Right(2), Square.
Decapitation Slice Fatality: Press Left(4), Square.
Blade Slam: Press R1 + Triangle.
Blade Chop: Press R1 + Circle.
Blade Spark: Press R1 + Square.
Blade Spin: Press R1 + Triangle.
Jump Spark: Press R1 + Square, Square.
Johnny Cage
Decapitation Uppercut Fatality: Press Left(4), Square.
Punching Bag Fatality: Press Up, Left(3), Square.
Torso Rip Fatality: Press Down(2), Right(2), Square.
Green Bolt: Press R1 + Square.
Quick Draw Bolt: Press R1 + Square, Square(2).
Shadow Kick: Press R1 + Circle.
Shadow Uppercut: Press R1 + Triangle.
Kitana
Head Chop Fatality: Press Away(2), Forward(2), Square.
Kiss Of Death: Press Right(4), Triangle.
Air Fan Toss: In air, press R1 + Circle.
Fan Lift: Press R1 + Triangle.
Fan Toss: Press R1 + Circle.
Teleport: Press R1 + Square.
Kung Lao
Body Slice Fatality: Press Right(4), Square.
Buzzsaw Fatality: Press Right(2), Up(2), Square.
Friendly Rabbit Fatality: Press Up(3), Down, Square.
Head Toss Fatality: Press Left, Right, Left(2), Square.
Headache Fatality: Press Up, Down, Up, Right, Square.
Many Chops Fatality: Press Up(2), Left, Up, Square.
Mid-Air Slice Fatality: Press Up(3), Right, Square.
Unfriendly Rabbit Fatality: Press Left, Up, Right(2), Square.
Razor Edge Brutality: Press Left(2), Up(2), Circle.
Hat Control Mutality: Press Left, Right(2), Left, Triangle.
Tornado Mutality: Press Up, Right, Down, Left, Triangle.
Arm Cutter: Press Left, Right, Left, Down, Square.
Liu Kang
Arm Rip Fatality: Press Down, Left, Right, Up, Square.
Bonebreak Fatality: Press Left, Up(2), Right, Square.
Dragon Fatality: Press Down, Right, Left(2), Square.
Fire/Kick Combo Fatality: Press Left, Right, Down(2), Square.
Flipping Uppercut Fatality: Press Up, Right, Down, Left, Square.
Headclap Fatality: Press Right, Up, Right, Up, Square.
Shaolin Soccer Fatality: Press Down, Left, Up, Right, Square.
Stomp Fatality: Press Left(3), Up, Square.
Rage Mode Brutality: Press Right, Up, Down(2), Circle.
Dragon's Fury Mutality: Press Left, Right, Up(2), Triangle.
Fire Trails Mutality: Press Up, Down, Up, Down, Triangle.
Reptile
Face Rip Fatality: Press Up(2), Right, Left, Square.
Head Eat Fatality: Press Left, Right, Left, Down, Square.
Hidden Chomp Fatality: Press Left(3), Down, Square.
Acid Spit: Press R1 + Square.
Quick Orb: Press R1 + Circle.
Slide: Press R1 + Triangle.
Slow Homing Orb: Hold R1 + Circle for three seconds.
Scorpion
Flame Fatality: Press Up(2), Down(2), Square.
Spear Slice Fatality: Press Right, Down, Right(2), Square.
Searing Blade Brutality: Press Right, Left, Right(2), Circle.
Raise Hell Mutality: Press Down(3), Up, Triangle.
Toasty comment: Hold L1 + R1 + L2 + R2 + Up and Scorpion will say "Toasty".
Sub-Zero
Freeze Shatter Fatality: Press Left(2), Down, Right, Square.
Frozen Uppercut Fatality: Press Right(2), Down, Right, Square.
Spine Freeze Fatality: Press Right, Down, Right(2), Square.
Frostbite Rage Brutality: Press Up, Down, Left, Up, Circle.
Ice Stomp Mutality: Press Up(2), Down, Up, Triangle.
• Game mistakes
During the opening sequence, you will see Lui Kang and Kung Lao fall through the floor into Goro's lair. If you are playing as either Scorpion or Sub-Zero, you would not have fallen through the floor, however when the sequence ends, you are falling with Kung Lao. Raiden then looks to you and says "You won the first Mortal Kombat tournament", yet neither Scorpion or Sub-Zero won.
While playing as Scorpion, you can be damaged by being set on fire. This makes no sense, as many of the moves Scorpion does involves lighting the opponent on fire. In excess, if you light an opponent on fire with one of your moves, by standing too close to them, you will be lit on fire.
While playing as either Scorpion or Sub-Zero in Story mode, there are often plot holes due to your character selection. For example, if you are playing as Sub-Zero, you will encounter Sub-Zero fighting Scorpion and they will go through a portal. When the intermission sequence ends, you are not chasing after Scorpion.
While playing as either Scorpion or Sub-Zero in Story mode, you will always be teamed with Kung Lao. The only difference between playing as an unlocked character and Liu Kang is a simple grunt. Every character will call you Liu Kang, and whenever your character speaks, he will speak with Liu Kang's voice. When you go to fight Scorpion or Sub-Zero, there is no plot change. You could, in essence, fight Scorpion while playing as him, and fight Sub-Zero using Sub-Zero. Every character in the game will simply recognize you as Liu Kang. It is as if you're still playing with Liu Kang, with just a different look and set of moves.
• Concept art in Goro's Lair (Demo version)
On the bridge near the end if you jump off the left side you will land on a platform which will unlock a new concept art. On the bridge, at the end will be a golden Dragon Koin. Use a projection attack to receive another new concept art. A notification will appear when you have hit it correctly.
• Developers in The Pit (Demo version)
In the spike pit, the heads that are stuck on the spikes are those of the game's developers.

it`s me

it`s me

Laman